Rabu, 07 Desember 2011

Rendahnya Pendidikan Pengaruhi Masalah Sosial di Pemkot Serang

“Rendahnya pendidikan pengaruhi masalah sosial di Pemkot Serang,” demikian diungkapkan Sulhi dalam sambutannya pada Kegiatan Lokakarya Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STIE Bina Bangsa dengan Tema Membumikan Wirausaha dan UMKM Peluang, Tantangan serta optimalisasi peranan lembaga Bank dalam meningkatkan kemandirian UMKM yang mandiri, Kamis (17/3) di Gedung KORPRI Kota Serang. Dikatakan Sulhi dengan adanya kegiatan lokakarya diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang ada di Kota Serang dengan memberikan pemahaman akan pentingnya berwirausaha serta mampu memanfaatkan peluang UMKM yang juga merupakan salah satu program pemerintah, “Dan kepada para stakeholder yang salah satunya laitu lembaga Bank diharapkan mampu menoptimalkan peran dalam mewujudkan kemandirian UMKM yang mandiri khususnya di Kota Serang dan umumnya di Provinsi Banten” harap Sulhi.

Jumat, 21 Oktober 2011

UNSERA Lepas Peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unsera, Menyelenggarakan  acara Pelepasan peserta Kuliah Kerja Mahasiswa(KKM) tahun 2011, yang bertempat di Aula Unsera, Jumat (24/06).
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an oleh Bapak Sulasno, SH, M.Hum, menyanyikan lagu kebangsaan dan hymne Unsera, laporan ketua pelaksana(Join satria,SE,MM),dan sambutan rektor unsera(Drs.H. Hamdan, MM), sambutan Ketua Yayasan Pendidikan Informatika (H. Mulya Rahmatullah, Lc, M.Hum), perwakilan dari pemerintah daerah Serang sekaligus pelepasan secara simbolis, Dinas pendidikan, dan perwakilan kecamatan lokasi KKM.
Kemudian acara dilanjutkan dengan penyematan jaket KKM, pembacaan janji peserta, dan penyerahan cendera mata dari rector Unsera kepada perwakilan pemerintah kabupaten Serang yang didampingi ketua YPI dan ketua LPPM, serta serah terima peserta ke enam kecamatan secara simbolis. Dan acara berakhir dengan pembacaan do’a dan sholat Jum’at bersama di Mesjid Unsera.
Selain itu kegiatan pelepasan ini disusul dengan acara pemberangkatan peserta dari kampus UNSERA ke lokasi  KKM yaitu kecamatan Waringin kurung, Ciruas, Petir, Tirtayasa, Kragilan, dan Kibin secara bersamaan pada hari Sabtu (25/06),

KKM Untirta Diduga Jadi Ajang Kampanye Cagub

KKM Untirta Diduga Jadi Ajang Kampanye Cagub

SERANG,GARDA BERITA--Sangat disayangkan, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Untirta, salah satu tugas mahasiswa sebagai syarat untuk mencapai gelar strata satu (S1), dengan mengabdi selama kurang lebih satu bulan kepada masyarakat, diduga dijadikan ajang kampaye oleh salah satu calon Gubernur Banten 2011.  
Peserta KKM yang digelar di dua daerah yakni Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon  ini mengaku telah dikumpulkan dan diberikan pembekalan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untirta, di Hotel Patrajasa Anyer, Kamis (28/7) kemarin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Kamis (28/7) itu, LPPM Untirta sebagai penyelenggara KKM meminta utusan dua mahasiswa dari 100 kelompok KKM di 100 desa/kelurahan di Kota Cilegon dan Pandeglang, untuk mengikuti acara Training of Trainer (TOT) tentang desa siaga bencana di Hotel Patrajasa.

"Semula kami tidak mengetahui kegiatan TOT itu seperti apa, tetapi setelah kita lihat ternyata banyak atribut kampanye,” kata salah seorang ketua kelompok KKM, yang minta namanya dirahasiakan, yang dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (29/7/2011).

Ia menjelaskan, ketika mengikuti TOT tersebut, yang melaksanakan adalah beberapa satuan kerja Pemprov Banten seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial (Dinsos) Banten dan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Banten, serta LPPM Untirta.

Salah satu peserta KKM yang ditugaskan di Pandeglang juga mengakui dan menduga adanya indikasi penyalahgunaan wewenang. Ia menyebutkan, diakhir acara, setiap mahasiswa diberikan akomodasi sebesar Rp 150ribu, sajadah bertulisan calon gubernur, buku tulis, kalender, spanduk, serta VCD berisi profil calon gubernur dan sosialisasi penanggulangan bencana alam. "Kami ditugaskan untuk memasang spanduk bertulisan 'Teruskan Pembangunan Banten', serta menggelar nonton bareng dengan VCD itu,” katanya.(and).

KKM Bertujuan Untuk Memperoleh Pengalaman Belajar Mahasiswa

Lebak - Wakil Bupati Lebak, H. Amir Hamzah Senin (26/7) pukul 10.00 WIB menerima sekaligus melepas 2140 orang mahasiswa UNTIRTA yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di 10 Kecamatan di Kabupaten Lebak.
Upacara yang digelar di Alun-alun Rangkasbitung tersebut dihadiri oleh Rektor UNTIRTA Prof. Dr. Ir. Rahman Abdullah, M. Sc didampingi oleh para Pejabat Teras Untirta Banten, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Lebak, Kepala Bappeda, Asda II dan dihadiri pula oleh Camat lokasi KKM.
Penyelenggaraan KKM Untirta tahun akademik 2009/2010 mengambil tema " Kuliah Kerja Mahasiswa dan Pemberdayaan Peran Masyarakat Mendorong Partisipasi Aktif Terhadap Penguatan Kelembagaan Masyarakat".
Peserta KKM tahun 2010 melibatkan 2140 orang mahasiswa UNTIRTA yang disebar ke 100 desa pada 10 kecamatan, melibatkan 10 orang dosen koordinator kecamatan dan 100 dosen pembimbing, dari semua fakultas di UNTIRTA yaitu fakultas HUKUM , FKIP, TEKNIK, EKONOMI, PERTANIAN, FISIP, waktu pelaksanaan KKM ini dilaksanakan selama 30 hari dari tanggal 26 Juli sampai dengan 25 Agustus 2010.
Rektor UNTIRTA Prof. DR. Ir. Rahman Abdullah. M. Sc menegaskan hal ini bertujuan untuk memperoleh pengalaman belajar mahasiswa , menyelenggarakan penelitian masyarakat secara langsung, memberikan pemikiran berdasarkan ilmu teknologi dan seni, mempersiapkan kader-kader pembangunan.
Selain itu, dasar dilaksanakannya Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) ini adalah bertujuan juga bahwa perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarkan pendidikan, penelitian pengabdian masyarakat atau disebut dengan Tridharma Perguruan Tinggi.
Wakil Bupati berharap dengan dilaksanakannya KKM ini dapat membantu masyarakat dalam memecahkan persoalan kemiskinan, dan bagi mahasiswa dapat mempelajari kondisi masyarakat karena kabupaten Lebak masih tertinggal serta adanya kesenjangan antara desa dan Kota.